5 Faktor Utama Yang Mempengaruhi Kenaikan Nilai Mata Uang Dollar

Faktor Utama Yang Mempengaruhi Kenaikan Dollar Terhadap Rupiah – Mata uang merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan ekonomi negara. Warga negara atau bahkan pejabat pasti menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kita pasti sudah mengetahui mata uang yang digunakan untuk perdagangan internasional. Ya, mata uang tersebut adalah dollar. Meskipun begitu, ternyata nilai mata uang dollar juga bisa naik maupun turun.

Kenapa Dollar Naik ?

Pertanyaan seperti itu kadang terlintas dipikiran kita, saat kita melihat nilai mata uang dalam negeri (rupiah) yang semakin lama semakin melemah.

Bagi para pebisnis atau pengusaha yang memiliki perusahaan di dalam negeri, atau di luar negeri tentu mengetahui nilai tukar mata uang dollar terhadap rupiah merupakan suatu keharusan.

Mengingat nilai tukar ini nantinya akan menjadi acuan terhadap pendapatan atau pengeluaran di perusahaan mereka.

Nah oleh sebab itu maka tak heran jika banyak pengusaha sering menghabiskan waktu untuk melihat traffics nilai mata uang di Wall street ataupun di Indeks harga saham Gabungan.
Jika kita berbicara mengenai nilai mata uang dollar terhadap rupiah, tentu ada beberapa faktor yang harus anda ketahui terkait dengan perubahan nilai mata uang ini.

Termasuk di dalam-nya ada Inflasi, nilai suku bungu, keadaan politik negara serta jumlah investor yang masuk ke negara tersebut.

Nah untuk lebih jelasnya berikut beberapa Faktor Utama Yang Mempengaruhi Kenaikan Nilai Mata Uang Dollar terhadap rupiah yang saya lansir dari Bloomberg.com

1. Perbedaan tingkat inflasi

Menurut pernyataan dari para pakar ekonomi lewat jurnal di Bloomberg.com menyatakan bahwa tingkat inflasi di suatu negara umumnya sangat berkaitan erat dengan nilai tukar mata uang di negara tersebut.

Hal ini juga berlaku untuk negara Amerika yang memiliki nilai mata uang dollar, hal ini berarti jika Nilai tukar mata uang negara-negara yang inflasinya lebih tinggi.

Maka akan secara otomatis mengalami depresiasi dibandingkan negara lainnya, termasuk nilai tukar uang dollar terhadap rupiah.

2. Perbedaan tingkat suku bunga

Sama halnya dengan Inflasi, perbedaan tingkat suku bunga di suatu negara juga dapat menyebabkan perubahan pada nilai tukar mata uang terhadap negara tersebut.

Contoh:

Jika BI (bank Indonesia) menurunkan nilai suku bunga mata uang rupiah, maka secara otomatis nilai mata uang rupiah terhadap dollar akan semakin melemah.

Namun hal ini dapat menarik Investor ke Indonesia, sedangkan jika BI (Bank Indonesia) menaikan suku bunganya ke level tertinggi maka otomatis nilai mata uang rupiah akan semakin kuat terhadap dollar

namun Investor akan pergi dan mengambil uang saham mereka.

3. Neraca perdagangan

Faktor Utama Yang Mempengaruhi Kenaikan Nilai Mata Uang Dollar terhadap rupiah yang selanjutnya adalah neraca perdagangan.

Umumnya neraca perdagangan sangat berperan signifikan sebagai acuan nilai tukar mata uang di negara tersebut.

Contoh:

Jika Indonesia berdagang dengan amerika, namun Indonesia harus membayar lebih banyak dari barang dagangan yang dibeli Indonesia dibandingkan yang dijual kepada Amerika maka nilai mata uang rupiah akan semakin defisit dan begitupun sebaliknya.

4. Ratio harga ekspor dan harga impor

Jika anda sering melihat grafik nilai mata uang di Wall street maka anda juga sering melihat harga ratio impor dan ekspor di negara yang bersanngkutan.

Hal ini berarti Ratio harga ekspor dan harga impor juga merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai mata uang dollar terhadap rupiah.

Contoh:

Jika indonesia mengekspor barang ke luar negeri lebih banyak dibandingkan Impor maka secara otomatis nilai mata uang rupiah terhadap dollar akan semakin Tinggi.

Begitupun sebaliknya, Jika indonesia mengimpor barang dari luar negeri lebih banyak dibandingkan ekspor maka secara otomatis nilai mata uang rupiah terhadap dollar akan semakin turun.

5. Kestabilan politik dan ekonomi

faktor utama yang mempengaruhi nilai mata uang dollar terhadap rupiah yang terakhir ialah Kestabilan politik dan ekonomi.

Tidak dapat dipungkiri jika negara yang aman akan jauh lebih menarik Investor untuk menanamkan sahammnya dibandingkan dengan negara yang sedang perang.

secara otomatis semakin banyak investor yang menanam saham maka nilai mata uang rupiah akan semakin tinggi.

4 Komentar

  1. menambah wawasn saya ni.. makasih mas. kyknya jaman PK jokowi ekonomi dan politik g peernah stbil haha

    ReplyDelete
  2. bisa nambah pengetehuan. makasi gan

    ReplyDelete