Ilmuwan Sains Menemukan Spesies Katak Baru

Baru-baru ini beberapa ilmuwan dari Amerika berhasil menemukan spesies amphibi baru.

Para ilmuwan menemukan spesies baru dari jenis katak atau amphibi yang memiliki paruh (jenis Rhinella).

Jenis Amphibi ini ditemukan dalam ekspedisi amfibi di Kolombia. Penemuan sains ini dapat menjadi penemuan yang menarik dan dibanggakan di bidang sains.
Pnemuan Spesies Katak Baru
Penemuan ini bisa menambah ilmu pengetahuan baru bagi para pencinta binatang , ilmuwan,dan masyarakat.

Informasi dalam bidang biologi ini,memberikan kabar baik dalam dunia kodok dan katak yang akhirnya muncul.

Dalam sebuah ekspedisi amfibi di hutan hujan Kolombia, para ilmuwan tersebut menemukan 3 spesies baru dan salah satunya termasuk katak yang memiliki paruh kecil.

Katak kecil yang ditemukan ini memiliki panjang yang berukuran sekitar2 cm, dan merupakan anggota jenis Rhinella yang adalah kerabat dekat dari katak raksasa cane yang bisa tumbuh besar hingga memiliki ukuran 28 cm.

Katak berparuh yang baru teridentifikasi cukup gelap, ini mungkin mengkamuflasekannya di dasar hutan tempat hewan tersebut meletakkan telur-telurnya.

Namun ada hal yang aneh dari katak berparuh ini...

Yaitu nampaknya melompati tahap berudu dan langsung menetas menjadi anakan katak, hal ini didapat berdasarkan sumber laporan para ilmuwan dari Conservation International, IUCN Amphibian Specialist Group, Global Wildlife Conservation, dan Fundación ProAves.

Penemuan ini menjadi penemuan sains yang cukup menarik.

Selain itu ditemukan puls sebuah spesias baru katak, yaitu katak roket yang hampir sejenis dengan katak panah yang memang termasuk kedalam jenis Silverstonei.

Katak jenis katak panah yang teridentifikasi ini juga baru saja ditemukan untuk pertama kalinya.

Para peneliti dan ilmuwan melaporkan bahwa katak tersebut mempunyai mata yang berwarna merah dan hidup di hutan hujan dataran tinggi Chocó montane.

Penemuan akan amphibi jenis baru ini adalah, berita yang sangat mengejutkan dan menyenangkan.

Berita ini merupakan kejutan menyenangkan karena berita tentang amfibi belakangan kurang ramai dan agak suram.

Hal tersebut dikarenakan informasi yang ada mengenai Populasi katak dan kodok secara global menurun dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh infeksi jamur, polusi serta ancaman lainnya.

Sebenarnya tujuan utama dari ekspedisi tersebut adalah untuk menemukan katak berparuh Mesopotamia yang merupakan mahluk dari golongan amphibi yang sudah lama sekali tak terlihat dan tidak ada informasinya.

Sehingga para ilmuwan khawatir apabila tidak ada lagi yang tersisa dari amphibi jenis ini.

Meskipun begitu, katak berparuh tersebut harus bisa tetap ada dan juga berkembang.

Penemuan ini dikategorikan dalam penemuan sains di bidang biologi tentang keberadaan binatang jenis amphibi.

Dengan penemuan ini tentunya akan menambah pengetahuan dan juga informasi juga sejarah tentang amphipi kepada ilmuwan dan juga masyarakat.

0 Komentar

Post a Comment